Keadaan desa Tanjung Dalam Selatan, Kecamatan Langkahan - Aceh Utara, sampai dengan tanggal 22/12/2025 belum aktif listrik PLN, masyarakat korban banjir masih bertahan di balai desa (Meunasah) dengan penerangan seadanya yaitu genset dan lampu tenaga Surya bantuan NGO/LSM lokal, sementara tenda dari BNPB di desa tersebut baru di pasang 26 hari paska banjir yaitu pada tanggal 21/12/2025.
Keadaan ini menggambarkan betapa gagalnya BNPN dan PLN selama pemerintahan presiden Prabowo dalam hal penanganan bencana berskala dampak besar.
Mereka korban bencana banjir yang mengungsi disana merasakan seperti tidak hadir nya negara dalam situasi yang darurat bencana saat ini, banyak tokoh di Aceh mempertanyakan integritas kepemimpinan negara indonesia di tangan seorang Prabowo subianto yang dinilai tidak sanggup menjalankan amanah landasan negaranya yaitu Pancasila tentang kemanusiaan yg adil dan beradap juga keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
Oleh sebab itu banyak tokoh Aceh yang menyuarakan kepada pemerintah Indonesia agar Aceh di lepaskan saja oleh indonesia supaya Aceh dapat berdiri sendiri alias merdeka, hal ini lah yang kemudian juga di suarakan dengan aksi nyata di lapangan oleh sebagian masyarakat Aceh dengan turun ke jalan beberapa waktu yang lalu dengan membawa bendera bintang bulan atau yang di kenal dengan bendera Aceh versi GAM







